Senin, 22 Desember 2014

Kolose 2:6-15


PENGANTAR :
Surat Kolose ditulis oleh Paulus kepada Jemaat Kolose pada waktu ia dipenjara di Efesus. Banyak ahli berpendapat bahwa Efapras adalah orang yang memiliki peranan yang besar dalam pembentukan jemaat Kolose bukanlah hasil langsung PI Paulus, namun Paulus perlu menulis surat kepada mereka sebagai sesama orang percaya, karena mereka sedang dilanda oleh ajaran-ajaran sesat ( Kolose 2 : 8).

Ajaran-ajaran sesat itu mengajarkan bahwa seluruh alam semesta dikuasai oleh berbagai roh dan kuasa yang menakutkan dan mengancam hidup manusia. Dalam hal inilah Paulus mengingatkan jemaat Kolose untuk berpegang teguh pada iman kepada Yesus Kristus. Dengan demikian mereka dapat bertumbuh dan berbuah karena kuasa Kristus mengalahkan segala kuasa yang ada.

Ayat 6 – 7 (Hidup di dalam Kristus)
Dalam bagian ini Paulus ber-bicara tentang hidup yang berakar, yang dibangun dalam Kristus. Hidup dengan menerima Kristus berarti mengakui Kristus sebagai satu-satunya kuasa hidup, dan Dia pulalah sumber kehidupan itu sendiri. Konsekuensi dari pengakuan itu adalah bahwa di dalam kehidupan orang-orang percaya harus berpola pikir dan berbuat sesuai dengan ajaran imannya (Injil). Hidup yang berlimpah dengan ucapan syukur adalah buah dari iman yang sehat dan kuat, karena hidup dalam Kristus tidak berada lagi dalam kuasa yang mengancam dan membinasakan, tetapi dalam kuasa yang penuh penghiburan dan kasih.

Ayat 8 – 10 (Kristus dan Musuh-musuhNya)
Paulus menasehati jemaat Kolose agar berhati-hati terhadap ajaran palsu tentang persembahan arwah nenek moyang dan pemujaan terhadap roh-roh jahat yang diistilahkan Paulus dengan roh-roh dunia yang mendatangkan kesia-siaan. Paulus menekankan bahwa hidup dalam Kristus penuh dengan kekuatan yang mampu mengalahkan rasa takut dan kekuatiran hidup. Bahkan oleh kasih karunia orang percaya diselamatkan karena iman, bukan hasil jerih payah dan pekerjaan manusia melainkan pemberian Allah semata, oleh sebab itu orang percaya jangan bermegah diri. Sebagai kepala segala pemerintahan dan penguasa, Kristus memimpin dan memelihara hidup orang percaya dan melepaskan mereka dari kuasa yang menghambat hubungan Kristus dengan dirinya.


Ayat 11-13 (Sunat di dalam Kristus)
Arti sunat di sini tidaklah dilihat hanya sebagai sunat badani yang kemudian menjadi peraturan manusia. Di sinilah orang Yahudi terjerumus dalam peraturan hukum buatan manusia sebagai alat untuk memperoleh selamat. Pengertian sunat seperti ini tidak membawa kelimpahan hidup, tetapi sebaliknya justru akan membawa beban yang lebih memberatkan hidup. Alasannya adalah dengan pengertian semacam itu orang akan terjebak di dalam peraturan agamawi yang ketat, dan kurang mensyukuri karunia yang telah diberikan Allah. Sunat dalam arti yang sebenarnya adalah pengertian tradisi suci, suatu kebiasaan yang perlu dipegang terus-menerus sebagai tanda kemurahan Allah dan kebaikan Allah. Dalam hal inilah orang hidup dalam kelimpahan dan mampu mengucap syukur. Dalam terang pengertian ini kita tidak perlu lagi harus melakukan sunat badani, yang terpenting adalah meneruskan arti sunat rohani yang diungkapkan dalam baptisan kita dalam hidup kita setiap hari. Menjadi milik kepunyaan Allah berarti melakukan kehendak Allah yang nyata dalam hidup yang memuliakan Allah dan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri (Matius 22: 37-40). Itulah hukum yang utama dan terutama yang harus menjadi pegangan bagi orang-orang percaya.

Ayat 14-15 (Bebas dari tuntutan hukum)
Dengan dasar iman kepada Kristus, Paulus menyaatakan bahwa berat yang ditanggung oleh manusia akitab dosa-dosanya itu telah ditanggalkan. Sebagai gantinya orang-orang percaya memasuki hidup baru, yaitu hidup dalam relasi yang benar dengan Allah.  Pada akhir bagian ini Paulus menyatakan bahwa dalam Kristus orang-orang percaya telah dimenangkan atas kuasa-kuasa yang akan membinasakan hidupnya. Oleh sebab itulah orang-orang percaya harus bersaksi bahwa iman dan kemenangan itu sebagai kebenaran yang juga harus dikabarkan pada orang lain, dan yang terutama menjadi pegangan bagi hidup orang-orang percaya sendiri. Kolose 2 : 6-15 ini menegur orang-orang percaya untuk meninggalkan kepercayaan yang sia-sia dan menjadikan Kristus satu-satunya yang unggul dan berkuasa atas hidup kita. Betapa seringnya dalam hidup kita walaupun sudah lama menjadi Kristen tetapi lebih percaya pada kekuatan lain dalam menyelesaikan masalah kita. Akibatnya kita jarang menggariskan kebijaksanaan-kebijaksanaan atau hikmat yang berasal dari ajaran iman kita.

“UNTUK ITULAH DALAM SURATNYA, PAULUS BERHARAP UNTUK TETAP BERPEGANG TEGUH PADA KRISTUS, KARENA DALAM KRISTUS ADA KEPENUHAN HIDUP”

My First (SPK)


Keputusan Terprogram
Merupakan keputusan yang berulang dan telah ditentukan sebelumnya, dalam keputusan terprogram prosedur dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami organisasi. Keputusan terprogram memiliki struktur yang baik karena pada umumnya kriteria bagaimana suatu kinerja diukur sudah jelas, informasi mengenai kinerja saat ini tersedia dengan baik, terdapat banyak alternatif keputusan, dan tingkat kepastian relatif yang tinggi. Tingkat kepastian relatif adalah perbandingan tingkat keberberhasilan antara 2 alternatif atau lebih. Contoh keputusan terprogram adalah, aturan umum penetapan harga pada industri rumah makan dimana makanan akan diberi harga hingga 3 kali lipat dari direct cost.

 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keputusan Tidak Terprogram
Keputusan ini belum ditetapkan sebelumnya dan pada keputusan tidak terprogram tidak ada prosedur baku yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Keputusan ini dilakukan ketika organisasi menemui masalah yang belum pernah mereka alami sebelumnya, sehingga organisasi tidak dapat memutuskan bagaimana merespon permasalahan tersebut, sehingga terdapat ketidakpastian apakah solusi yang diputuskan dapat menyelesaikan permasalahan atau tidak, akibatnya keputusan tidak terprogram menghasilkan lebih sedikit alternatif keputusan dibandingkan dengan keputusan terprogram selain itu tingginya kompleksitas dan ketidakpastian keputusan tidak terprogram pada umumnya melibatkan perencanaan strategik.

Jumat, 24 Januari 2014

Dahlan Sitompul



Ini adalah salah satu tugas atau proyek dari mata kuliah Mikroprosesor di kampus universitas sumatera utara dengan pembimbing Bapak Dahlan Sitompul. Kami terdiri dari 4 orang dalam pembuatan proyek atau tugas dari mata kuliah ini
Nama Kelompok Mikroprosesor
HELBERT SINAGA                                            131421097
HERVERY DIKXON SIHOMBING      131421098
DICKHY SIREGAR                                 131421100
ARIF SYAHWAN HARAHAP                 131421070

dengan judul:
"PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM PENGENDALIAN DAN PEMANTAUAN SUHU BOILER BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8"

Teman - teman bisa melihat skema rangkain kami di